skip to Main Content
Daftar Bahan Tidak Kritis (Halal Positive List Of Materials)

Daftar Bahan Tidak Kritis (Halal Positive List of Materials)

Halal Positive List of Materials terdiri dari bahan-bahan yang tidak kritis (non critical materials) dari aspek kehalalan yang umumnya digunakan pada industri pengolahan. Daftar bahan ini dibuat berdasarkan kajian LPPOM MUI dengan mempertimbangkan sumber bahan yang digunakan pada skala produksi komersial.

Berikut daftar Bahan Tidak Kritis (Halal Positive List of Materials) :

A. Bahan Tambang

  1. Logam/non logam: Aluminium (Al),Chromium (Cr), Magnesium (Mg), Natrium (Na), Nikel (Ni), Silika (Si), Timah (Sn), Titanium (Ti), Zink (Zn)
  2. Bentuk oksida logam/non logam: MgO, NiO, SiO2 , SnO, TiO2 , ZnO
  3. Oksidator/reduktor dari logam/non logam, contoh: hidrogen peroksida (H2O2 ) dan natrium borohidrat (NaBH4 )
  4. Tanah liat (clay)
  5. Activated earth/Bleaching earth: bentonit, diatomit, kaolin, zeolit
  6. Batu kapur
  7. Activated alumina
  8. Batu bara
  9. Asbestos
  10. Perlite
  11. Calcium oxide

B. Bahan Kimia

  1. Gas: hidrogen (H2 ), klorin (Cl2 ), oksigen (O2 ), Nitrogen (N2 ), karbondioksida (CO2 ), amoniak (NH3 ), hidrogen sulfida (H2 S)
  2. Pewarna sintetik: E102 Tartrazine/FD&C Yellow 5, E104 Quinoline Yellow/Food Yellow 13, E110 Sunset Yellow FCF, E122 Carmoisine/Azorubine, E124 Ponceau 4R, E127 Erythrosine BS, E129 Alura red AC, E132 Indigotine/Indigo Carmine, E133 Brilliant blue FCF, E155 Eurocert Brown HT , E171 Titanium oksida, E103 Chrysoine resorcinol, E105 Fast Yellow AB, E107 Yellow 2G, E128 Red 2G, E131 Patent Blue V, E142 Green S/Acid Brilliant Green BS, E151 Black PN/Brilliant Black BN, E154 Brown FK, E170 Calsium carbonate, E172 Iron oxides and hydroxides, E180 Pigment rubine/Lithol rubine BK 76 PANDUAN DAFTAR BAHAN TIDAK KRITIS 77
  3. Antioksidan sintetik: BHA (Butylated Hydroxyanisole), BHT (Butylated Hydroxytolune), dan TBHQ (Tertiary Butyl Hydroquinone)
  4. Asam organik rantai pendek yang mengandung C1-7meliputi: asam asetat (C2H4O2 ), asam benzoat (C7H6O2 ), asam format (HCOOH), asam ftalat (C6H4 (CO2H)2 ), asam fumarat (acid/trans-butenedioic acid, HO2CCH=CHCO2H), asam glukonat (C6H12O7 ), asam glukoronat (β-D-glucopyranuronic acid, C6H10O), asam glutarat (C3H6 (COOH)2 ), asam heksanoat/kaproat (CH3 (CH2 )4COOH), (DL) asam malat (hydroxybutanedioic acid, HO2CCH2CHOHCO2H), asam malonat (CH2 (COOH)2 ), asam oksalat (H2C2O4 ), asam pentanoat/valerat (CH3 (CH2 )3COOH), asam propionat (CH3CH2COOH), asam sorbat (2,4- hexadienoic acid, C6H8O2 ), asam suksinat (butanedioic acid), asam tartarat (2,3-dihydroxybutanedioic acid)
  5. Garam dari asam organik : garam askorbat, garam benzoat, garam butirat, garam hidrogen ftalat, garam laktat, garam oksalat, garam propionat, garam sitrat, garam sorbat, garam suksinat.
  6. Basa Organik : piridin, THF (tetrahidrofuran), trietilamina
  7. Asam Anorganik : asam borat (H3BO3 ), asam fosfat (H3PO4 ), asam karbonat (H2CO3), asam klorida (HCl), asam nitrat (HNO3 ), asam perklorat (HClO4 ), asam sulfat (H2 SO4 )
  8. Basa Anorganik : amonium (NH4OH), barium hidroksida (Ba(OH)2 ), kalium hidroksida (KOH), kalsium hidroksida (Ca(OH)2 ), natrium hidroksida (NaOH)
  • Garam (Asam-basa anorganik) meliputi :
  • Kelompok garam fosfat: natrium fosfat (Na3PO4 ), natrium dihidrogen fosfat (NaH2PO4 ), natrium hidrogen fosfat (Na2HPO4 ), amonium fosfat ((NH4 )3PO4 ), Na-heksametafosfat
  • Kelompok garam karbonat: natrium karbonat (Na2CO3 ), amonium karbonat ((NH4 )2CO3 ), kalium karbonat (K2CO3 )
  • Kelompok garam klorida: natrium klorida (NaCl), kalium klorida (KCl), amonium klorida (NH4Cl), natrium hipoklorit (NaClO), natrium klorit (NaClO2 ), natrium klorat (NaClO3 ), kalsium klorida (CaCl2 )
  • Kelompok garam nitrat: natrium nitrat (NaNO3 ), kalium nitrat (KNO3 )
  • Kelompok garam nitrit: natrium nitrit (NaNO2 )
  • Kelompok garam sulfat: natrium sulfat (Na2 SO4 ), kalium sulfat (K2 SO4 ), amonium sulfat ((NH4 )2 SO4 ), ferro sulfat (FeSO4 ), aluminium sulfat/tawas [Al2 (SO4)3 .18H2O]
  • Kelompok garam sulfit: Na-metabisulfit

Pengecualian: jika terdapat penambahan bahan aditif, misalnya antikempal (anticaking)

C. Bahan Nabati

  1. Bahan nabati segar/kering : Buah, Sayuran, Serealia, Umbi-umbian, Kacang-kacangan, Simplisia, Rumput laut (tidak ada penambahan bahan aditif dan penggunaan bahan penolong)
  2. Bahan nabati olahan/hasil samping bahan nabati olahan: Tepung singkong, Tepung sagu, Tepung beras, Tepung ketan, Tepung jagung, Tepung ubi, Tepung kacang hijau, Tepung kedelai, Tepung sorgum, Tapioka, Pati jagung, Pati sagu, Corn grits, Tahu Kedelai, kulit/kembang tahu ,Bungkil kedelai, Bungkil kacang tanah. (tanpa penambahan bahan atau dengan penambahan bahan aditif yang umumnya merupakan bahan kimia)
  3. Bihun, soun, misoa (kering)
  4. Minyak Nabati : minyak wijen murni (Virgin sesame oil), minyak zaitun murni (Virgin olive oil (Pengecualian: Jika terdapat penambahan bahan aditif)
  5. Ganggang (Algae) segar/kering : Chlorella ellipsoides, Spirulina spp, Scenedesmus spp (tanpa penambahan bahan)

D. Bahan Hewani

  1. Bahan yang dihasilkan dari hewan halal: Susu Segar, Telur Segar/Asin, Madu Murni (tanpa penambahan bahan atau ada penambahan garam)
  2. Hewan air segar dan hewan air segar/beku/kering/asin (tanpa penambahan bahan atau ada penambahan garam)

E. Bahan Mikrobial

Produk mikrobial : Angkak, Dadih, Nata mentah (nata de coco, nata de aloe, nata de pina, dan lain-lain), Natto, Oncom hitam, Oncom merah, Tape (ketan, singkong), Tempe .

F. Lain-Lain

  1. Gum-polimer atau hidrokoloid murni dan bentuk garamnya : Alginat , Galaktomanan, Glukomanan, Guar gum, Gum Arab, Karagenan, Konjac gum, Tara gum (Pengecualian: jika terdapat penambahan bahan aditif)
  2.  Polimer berbasis selulosa : selulosa, CMC (Carboxy Methyl Cellulose/ karboksi metil selulosa), selulosa diasetat, selulosa eter, selulosa triasetat
  3. Polimer sintetik: polietilen (PE), polipropilen (PP), polistiren (PS), polivinil alkohol (PVA), polivinil klorida (PVC), polivinil pirolidon, poli akrilat dan garamnya, polieter, poliurea, poliuretan, poliamin
  4. Air industri : air yang digunakan sebagai bahan baku industri, baik yang melalui atau tidak melalui proses pengolahan/ pemurnian (water treatment)

Sumber : http://e-lppommui.org/documents/Manual-CEROL-Restaurant(Indo-1.2).pdf

Back To Top